Friday, September 18, 2026

Pemerintah Pastikan Guru PPPK Paruh Waktu Tetap Aman Meski Tidak Lolos Uji Kompetensi

 



JAKARTA – Pemerintah memastikan bahwa status kepegawaian bagi sekitar 172.000 guru berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu tidak akan dicabut, meskipun mereka nantinya dinyatakan tidak lulus dalam tes yang sedang disiapkan.

Kepastian ini disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian usai menghadiri rapat koordinasi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Kamis (17/9/2026). Rapat tersebut melibatkan pimpinan DPR RI, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB), serta Kementerian Keuangan.

Menurut Tito, tes yang disiapkan merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengangkat para guru PPPK paruh waktu menjadi pegawai penuh waktu di lingkungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Namun, ia menegaskan bahwa kegagalan dalam tes tersebut bukanlah akhir dari segalanya bagi para guru.

"Kesimpulannya, mereka akan diupayakan mengikuti semacam tes. Jika lulus, mereka akan dijadikan pegawai Kemendikdasmen. Namun, jika tidak lulus, status mereka tetap dipertahankan. Tidak ada pemecatan atau perumahan," ujar Tito kepada awak media.

Tito juga menjelaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan skema pembiayaan bagi para guru PPPK paruh waktu ini melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Hal ini disampaikan Tito untuk menegaskan bahwa tidak ada kendala fiskal dalam menjaga kesejahteraan para guru.

"Pembiayaannya dari Kementerian Keuangan. Tadi Wakil Menteri Keuangan hadir, begitu pula perwakilan Kemendikdasmen. Intinya, pembiayaan bersumber dari APBN," jelasnya.

Lebih lanjut, Tito memberikan kelonggaran bagi para guru yang belum berhasil lolos pada tahun ini. Mereka dipersilakan untuk mengikuti tes kembali pada tahun berikutnya.

"Jika tidak lulus tahun ini, mereka boleh ikut lagi tahun depan. Intinya, pemerintah ingin memberikan ketenangan kepada ASN, baik yang paruh waktu maupun penuh waktu, terutama para guru," tambah Tito.

Ketika ditanya mengenai ada tidaknya kuota tertentu dalam pengangkatan menjadi pegawai penuh waktu, Tito menyerahkan detailnya kepada Menteri PAN-RB. "Itu tergantung hasil tesnya. Untuk detailnya, silakan tanyakan langsung kepada Bu MenPAN yang lebih memahami," pungkasnya.


(Sumber: Kompas.com)

Friday, September 11, 2026

Seleksi Guru SILN dan Pendidik CLC Segera Dibuka, Siapkan Diri Sekarang!

 



Jakarta – Kabar gembira bagi para pendidik di Tanah Air. Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengumumkan bahwa seleksi guru dan tenaga kependidikan untuk Sekolah Indonesia di Luar Negeri (SILN) serta pendidik tetap Community Learning Center (CLC) akan segera dibuka.

Langkah ini menjadi angin segar bagi para guru yang ingin mengabdikan diri dalam layanan pendidikan bagi anak-anak Indonesia di perantauan. Program ini menjangkau 13 SILN yang tersebar di sembilan negara, serta 302 titik CLC di wilayah Sabah dan Sarawak, Malaysia.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari kanal resmi Ditjen GTK, SILN merupakan sekolah yang melayani pendidikan bagi anak-anak Indonesia di berbagai negara dengan tetap mengacu pada kurikulum nasional. Sementara itu, CLC adalah pusat layanan belajar sederhana yang didirikan untuk memberikan pendidikan jenjang SD dan SMP bagi anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI), terutama yang berada di kawasan perkebunan di Sabah dan Sarawak.

Adapun rincian 302 titik CLC tersebut meliputi 240 CLC di wilayah Sabah dan 62 CLC di wilayah Sarawak. Keberadaan CLC menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam memastikan akses pendidikan tetap terbuka bagi anak-anak Indonesia, meskipun berada jauh dari tanah air.

Meski demikian, calon peserta diimbau untuk bersabar menunggu informasi resmi. Pihak Ditjen GTK menegaskan bahwa rincian mengenai persyaratan peserta, jadwal pendaftaran, tahapan seleksi, hingga dokumen yang harus disiapkan masih akan diumumkan kemudian melalui kanal komunikasi resmi.

"Masyarakat diharapkan berhati-hati terhadap informasi yang mencantumkan persyaratan atau jadwal seleksi sebelum adanya pengumuman resmi dari Ditjen GTK," demikian pernyataan resmi yang dikutip dari akun Instagram @ditjen.gtk.kemdikbud.

Seleksi ini menjadi peluang emas bagi para tenaga pendidik yang memiliki semangat tinggi untuk berkontribusi dalam mencerdaskan generasi bangsa di kancah internasional. Para calon peserta disarankan untuk terus memantau kanal resmi Ditjen GTK Kemendikdasmen guna memastikan informasi yang digunakan saat mendaftar merupakan ketentuan terbaru.

Dengan dibukanya seleksi ini, diharapkan semakin banyak guru berkualitas yang siap mengabdi dan membawa nama baik pendidikan Indonesia di mata dunia. (*)



Hasil PISA 2025: Indonesa Masih Bertahan di Grup Bontot ASIA

Gambar Ilustrasi Pelajar

 JAKARTA – Hasil evaluasi pendidikan internasional Programme for International Student Assessment (PISA) 2025 resmi dirilis. Laporan terbaru yang dipublikasikan oleh IDT Community ini menyajikan potret komprehensif mengenai capaian, tantangan, serta peluang pendidikan Indonesia di kancah global.

Berdasarkan data yang dihimpun, skor Indonesia pada PISA 2025 menunjukkan tren positif pada beberapa domain, meskipun masih menyisakan pekerjaan rumah besar. Skor Sains Indonesia tercatat naik 6 poin menjadi 389, dan Reading naik 7 poin menjadi 365. Namun, skor Matematika mengalami penurunan 2 poin menjadi 364. Meski demikian, capaian ini menegaskan bahwa Indonesia masih harus bekerja keras untuk mengejar ketertinggalan dari rata-rata negara Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD).

Keterlibatan dan Dukungan Guru Meningkat

Salah satu sorotan utama dalam PISA 2025 adalah pengukuran baru untuk computational problem solving atau pemecahan masalah komputasional. Dalam laporan tersebut, Indonesia mendapatkan apresiasi dari OECD berkat peningkatan dukungan guru (teacher support) dalam pembelajaran sains. Indonesia disebut sebagai salah satu negara dengan peningkatan dukungan guru terbesar sejak tahun 2015.

"OCED secara eksplisit menyebut Indonesia sebagai salah satu negara dengan peningkatan teacher support dalam pembelajaran sanis terbesar sejak 2015," demikian kutipan dalam laporan tersebut.

Selain itu, lingkungan belajar di Indonesia dinilai memiliki beberapa modal positif. Indeks disiplin kelas di Indonesia tercatat sebesar 0,47, jauh di atas rata-rata OECD yang hanya 0,14. Sekitar 78 persen siswa Indonesia juga merasa berada pada indikator rendah akan truancy atau membolos, jauh lebih baik dibandingkan rata-rata OECD yang berada di angka 66,1 persen.

Tantangan Kritis: Rendahnya Motivasi dan Keyakinan Diri

Meskipun lingkungan belajar kondusif, laporan ini menyoroti masalah serius pada aspek psikologis siswa. Sebanyak 60,9 persen siswa Indonesia masih tergolong low performer pada ketiga domain (Sains, Reading, Matematika). Hal ini berbanding lurus dengan lemahnya motivasi dan keyakinan diri.

Data menunjukkan, motivasi dan keyakinan siswa Indonesia untuk berkembang sangat lemah. Hanya 30,2 persen siswa yang memiliki growth mindset (pola pikir berkembang), jauh tertinggal dibandingkan rata-rata OECD yang mencapai 69,3 persen. Padahal, indikator keterlibatan (engagement) seperti rasa ingin tahu, penetapan tujuan, dan pencarian bantuan menunjukkan korelasi positif terhadap hasil belajar.

Ketimpangan dan Sedikitnya Talenta Puncak

Isu pemerataan juga menjadi catatan merah. Hanya 8,6 persen variasi skor sains di Indonesia yang dijelaskan oleh status sosial-ekonomi (ESCS), yang berarti ketimpangan akses masih tinggi. Meski begitu, terdapat temuan positif di mana 15,4 persen siswa disadvantaged (kurang beruntung secara ekonomi) menunjukkan resiliensi akademik yang baik.

Di sisi lain, Indonesia sangat kekurangan siswa berprestasi puncak (top performer). Hanya 0,1 persen siswa Indonesia yang berhasil mencapai Level 5/6, sementara rata-rata OECD mencapai 11,9 persen.

Peringkat dan Kesadaran Lingkungan

Secara peringkat, Indonesia berada di urutan 73 dari 31 negara di ASEAN untuk Sains (skor 389), urutan 74 untuk Reading (365), dan urutan 78 untuk Matematika (364). Untuk kemampuan baru Computational Problem Solving, Indonesia berada di urutan 62 dari 85 negara di ASEAN dengan skor 427.

Menariknya, kepedulian terhadap lingkungan menjadi poin positif. Lebih dari 90 persen siswa Indonesia menyatakan tertarik berpartisipasi dalam perlindungan lingkungan melalui pembelajaran sains. Angka ini jauh melampaui rata-rata internasional yang hanya sekitar 62 persen.

Harapan Baru

Laporan ini menutup dengan pesan optimistis. Data PISA 2025 diharapkan menjadi cermin bagi Indonesia untuk terus memperkuat kualitas pembelajaran. "Generasi Belajar Indonesia Maju" menjadi harapan agar setiap anak memiliki kesempatan yang lebih baik di masa depan.


Sumber : berbagai sumber/OECD

Wednesday, September 9, 2026

SDN Citeureup 3 Terapkan PJJ Tiga Hari, Antisipasi Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau

 

Gambar Ilustrasi

PANDEGLANG – SD Negeri Citeureup 3 yang berlokasi di Kampung Pasirkadu, Desa Citeureup, Kecamatan Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten, turut melaksanakan instruksi Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Pandeglang terkait penerapan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) selama tiga hari, terhitung sejak Senin (7/9/2026) hingga Rabu (9/9/2026).

Kebijakan ini diambil sebagai langkah kesiapsiagaan menghadapi dampak erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) yang masih menunjukkan aktivitas vulkanik. Berdasarkan Surat Edaran Kepala Disdikpora Kabupaten Pandeglang Nomor: 400.3/3-DISDIKPORA/2026, seluruh satuan pendidikan jenjang PAUD, SD, dan SMP di Kabupaten Pandeglang diwajibkan mengalihkan kegiatan belajar mengajar dari tatap muka menjadi PJJ atau Belajar dari Rumah (BDR).

Kepala SDN Citeureup 3, Mu'min Ansori, S.Pd.I, menyatakan bahwa pihak sekolah telah menyosialisasikan kebijakan ini kepada para guru, siswa, dan orang tua/wali murid. "Kami mengikuti instruksi Disdikpora demi keselamatan peserta didik. Meski belajar dari rumah, proses pembelajaran tetap berjalan dengan bimbingan guru melalui platform daring dan penugasan terstruktur," ujarnya.

PGRI Cabang Panimbang turut mendukung penuh pelaksanaan surat edaran tersebut. Ketua PGRI Cabang Panimbang, Yaya Rukbi, S.Pd., menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bentuk kepedulian terhadap keselamatan peserta didik di tengah ancaman bencana. "Dengan pembelajaran jarak jauh, kita jaga keselamatan peserta didik serta keberlangsungan pendidikan di Kabupaten Pandeglang," demikian pernyataan dalam dukungan resmi PGRI.

Aktivitas Gunung Anak Krakatau memang masih terpantau. Badan Geologi mencatat bahwa meskipun episode erupsi menerus selama sekitar 25 jam telah berakhir pada Minggu (6/9/2026), potensi erupsi susulan masih tetap ada. Pada Selasa (8/9/2026) dan Rabu (9/9/2026) dini hari, gunung api tersebut kembali menunjukkan aktivitas erupsi. Status Gunung Anak Krakatau pun masih berada pada level Siaga III.

Kekhawatiran utama yang melatarbelakangi kebijakan PJJ adalah sebaran abu vulkanik yang dapat membahayakan kesehatan siswa jika mereka harus beraktivitas di luar ruangan. Dengan diterapkannya PJJ, para siswa di SDN Citeureup 3 dan seluruh sekolah di Pandeglang diharapkan tetap dapat mengikuti pembelajaran dengan aman dari rumah masing-masing.

Kebijakan PJJ ini sedianya berlaku hingga Rabu (9/9/2026). Namun, mengingat aktivitas Gunung Anak Krakatau yang masih fluktuatif, Pemerintah Kabupaten Pandeglang telah memperpanjang masa PJJ hingga Jumat, 11 September 2026. SDN Citeureup 3 pun siap menyesuaikan diri dengan perpanjangan kebijakan tersebut guna memastikan keselamatan siswa tetap menjadi prioritas utama.

Kontributor SW

PPPK Paruh Waktu dan Penuh Waktu Selangkah Raih Kemenangan, Demo 7 September Akhirnya Batal

 


JAKARTA – Kabar gembira datang bagi seluruh Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Indonesia. Setelah melalui serangkaian perjuangan dan aspirasi yang disampaikan kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), sejumlah tuntutan utama terkait status kepegawaian dan kesejahteraan PPPK akhirnya menemukan titik terang.


Pertemuan antara perwakilan Aliansi Merah Putih Lintas Profesi dengan Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, pada Senin (7/9/2026) di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, membawa hasil manis. Sebanyak 10 pimpinan forum PPPK dan PPPK paruh waktu menyampaikan empat tuntutan utama yang selama ini diperjuangkan.


Dasco menyatakan siap merealisasikan tuntutan tersebut dan meminta waktu sekitar satu bulan untuk pembahasan lebih lanjut. Atas kepastian ini, rencana aksi demonstrasi besar-besaran yang sedianya melibatkan 32.000 hingga 35.000 orang ASN se-Indonesia pada 7 September 2026 di kawasan Monas atau Istana Negara resmi dibatalkan dan diganti dengan penyerahan data perwakilan.


Berikut adalah poin-poin penting hasil pertemuan yang telah disepakati:


1. PPPK Paruh Waktu Naik Status: Seluruh PPPK paruh waktu dari berbagai formasi—baik tenaga teknis, tenaga kesehatan, guru, maupun tenaga kependidikan—akan diangkat menjadi PPPK penuh waktu pada tahun 2026 dengan hak gaji penuh setara ASN.


2. Peluang Jadi PNS: PPPK penuh waktu akan diberikan kesempatan untuk diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada tahun 2027 tanpa syarat batas usia, dengan hak pensiun dan hak-hak lain yang sama dengan PNS. Khusus bagi yang berusia maksimal 58 tahun, proses pengangkatan dapat dilakukan lebih cepat.


3. Pengiriman Data: Selambat-lambatnya Senin, 7 September 2026, seluruh kementerian di Indonesia telah mengirimkan data PPPK paruh waktu dan PPPK penuh waktu. Dalam pertemuan tersebut, Aliansi Merah Putih telah menyerahkan berkas serta data jumlah PPPK paruh waktu secara nasional kepada Dasco dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.


4. PPPK Kementerian Agama Rampung: Khusus untuk PPPK di lingkungan Kementerian Agama, baik paruh waktu maupun penuh waktu, Dasco menyatakan tidak ada lagi masalah karena kementerian terkait telah dipanggil dan diminta menyelesaikan sesuai keinginan utusan Aliansi Merah Putih.


5. Fasilitasi Mabes Polri: Selama masa pertemuan di Jakarta mulai hari ini hingga Senin (7/9/2026), seluruh biaya transportasi, konsumsi, dan penginapan para perwakilan ditanggung sepenuhnya oleh Mabes Polri melalui Koordinator Lapangan Brigjen Dwi Suryo.


Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa pemerintah dan DPR telah mencapai kesepahaman mengenai arah penyelesaian status guru. "Alhamdulillah hari ini semua bersepakat dan memiliki kesepahaman untuk PPPK paruh waktu akan diangkat menjadi PPPK penuh waktu," ujarnya.


Dasco menekankan bahwa keakuratan data menjadi fondasi utama dalam merumuskan kebijakan kepegawaian agar tepat sasaran. "Setiap kebijakan kepegawaian dimulai dari satu hal sederhana, data yang benar," tegasnya.


Ketua Umum Aliansi Merah Putih, Fadlun Abdillah, menyampaikan rasa syukur atas tercapainya kesepakatan ini. "Pak Dasco menyatakan siap merealisasikan empat tuntutan kami. Beliau minta waktu sebulan untuk pembahasannya dan kami berikan waktu," katanya. Fadlun juga mengungkapkan bahwa data yang disiapkan tidak hanya mencakup anggota forum, tetapi seluruh PPPK dan PPPK paruh waktu yang ingin diperjuangkan.


Kepastian ini disambut dengan sukacita oleh para PPPK di seluruh Indonesia. Seorang perwakilan forum menyebutkan bahwa perjuangan panjang selama ini akhirnya membuahkan hasil. “Alhamdulillah, perjuangan menemukan titik terang,” demikian ungkapan yang merepresentasikan rasa syukur seluruh PPPK paruh waktu dan penuh waktu.


DPR RI memastikan proses tersebut akan terus dikawal melalui fungsi pengawasan agar memberikan kepastian status dan karier bagi para pegawai secara bertahap. Seluruh masukan dari Aliansi Merah Putih akan dikoordinasikan dengan kementerian dan lembaga terkait sebagai tindak lanjut.

Sumber : Aliansi Merah Putih

Thursday, August 20, 2026

Ironi Pendidikan di Pandeglang: Nilai TKA Matematika Siswa SD Rata-Rata Hanya 36 dari 100!

 


PANDEGLANG, [20/08/2026] - Dunia pendidikan di Kabupaten Pandeglang tengah menghadapi sinyal alarm yang memprihatinkan. Berdasarkan data statistik TKA tahun 2026 yang dirilis, capaian nilai siswa di dua mata pelajaran utama menunjukkan kesenjangan yang tajam dan angka yang jauh dari harapan. Jika mata pelajaran Bahasa Indonesia masih mampu bertahan di angka rata-rata 52, maka Matematika justru jatuh di titik kritis dengan rata-rata hanya 36.94.

Angka ini bukan sekadar statistik; ini adalah gambaran nyata tentang tantangan besar yang dihadapi oleh ribuan pelajar di Pandeglang.

Matematika: "Sosok" Menakutkan dengan Rata-rata di Bawah 40

Dari 20.830 siswa yang tercatat mengikuti ujian di 869 sekolah, rata-rata nilai Matematika hanya menyentuh angka 36.94. Lebih mengkhawatirkan, data menunjukkan bahwa 32.37% siswa, atau hampir sepertiga dari total peserta, masuk dalam kategori "Kurang". Artinya, lebih dari 6.700 siswa di Pandeglang memiliki pemahaman matematika yang berada di bawah standar minimum.

Bahkan, untuk meraih predikat "Baik" sekalipun, hanya 5.40% siswa yang mampu mencapainya. Tidak ada satupun siswa (0.00%) yang berhasil menyentuh kategori "Istimewa". Ini menandakan bahwa kemampuan numerasi di kabupaten ini masih menjadi pekerjaan rumah besar yang belum terselesaikan.

Bahasa Indonesia: Lebih Baik, Namun Masih Jauh dari Sempurna

Di sisi lain, mata pelajaran Bahasa Indonesia menunjukkan performa yang relatif lebih cerah. Dengan rata-rata 51.95, mata pelajaran ini masih menjadi andalan. Hanya 44.56% siswa yang berada di kategori "Kurang", angka yang memang masih tinggi namun lebih rendah dibandingkan Matematika.

Yang menarik, kesenjangan kemampuan di antara siswa sangat terlihat. Data menunjukkan bahwa siswa yang berada di persentil 10 (10% terbawah) memiliki nilai 33.33, sementara yang di persentil 90 (10% teratas) mencapai 73.33. Ini menunjukkan bahwa mutu pembelajaran masih sangat timpang antar sekolah dan individu.

Sumber : tka.kemendikdasmen.go.id

"Pekerjaan Rumah" bagi Para Pendidik

Data ini menjadi pukulan keras sekaligus cambuk bagi Dinas Pendidikan dan para guru di Pandeglang. Angka standar deviasi yang cukup besar 16.18 untuk Bahasa Indonesia dan 10.67 untuk Matematika menunjukkan variasi kemampuan siswa yang sangat lebar. Hal ini menandakan bahwa pendekatan "satu ukuran untuk semua" (satu kurikulum yang sama rata) mungkin sudah tidak relevan lagi.

Salah satu pengamat pendidikan setempat menilai, "Rendahnya nilai Matematika bukan semata-mata karena siswa tidak pintar, tetapi bisa jadi karena metode pengajaran yang kurang adaptif atau minimnya sarana prasarana penunjang logika di sekolah-sekolah."

Harapan di Tengah Keprihatinan

Meski angka "Kurang" masih mendominasi, tetap ada secercah harapan. Kategori "Memadai" menjadi posisi mayoritas di kedua mata pelajaran 45.82% untuk Bahasa Indonesia dan 62.23% untuk Matematika. Ini berarti mayoritas siswa berada di zona yang bisa digembleng untuk naik kelas.

Ke depan, diperlukan terobosan serius, mulai dari pelatihan guru berbasis numerasi, hingga program remedial yang masif. Jika tidak, generasi emas Pandeglang hanya akan menjadi impian yang tertinggal oleh angka-angka statistik.


Sumber : https://tka.kemendikdasmen.go.id/


Saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur tengah dirundung duka karena gempa M 7,7. Mari kita mengulurkan tangan untuk membantu meringankan beban yang sedang mereka hadapi. Kirim bantuan Anda melalui tautan https://bit.ly/BantuWargaNTT

Wednesday, August 19, 2026

Panduan Kilat Operator: Kuasai Mekanisme Quality Control & VervalPD agar Data Siswa Nol Masalah!

 


Salam Sukses, Sobat Operator!

Siapa di sini yang sering deg-degan saat melihat notifikasi Residu atau data siswa yang tidak sinkron antara Dapodik dan Dukcapil? Tenang, Anda tidak sendirian! Validasi data PD (Peserta Didik) adalah kunci utama pencairan BOS dan kelancaran administrasi sekolah.

Pemerintah melalui Kemendikbud telah menyediakan fitur Quality Control (QC) yang canggih di dalam menu VervalPD. Namun, seringkali kita bingung: "Ini masuknya kesalahan ringan atau signifikan? Harus pakai menu yang mana?"

Nah, kali ini kita akan bedah tuntas Mekanisme Quality Control & Penyelesaian VervalPD sesuai dengan panduan resmi. Catat dan simak baik-baik, ya!


LANGKAH AWAL: Akses Menu VervalPD

Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah masuk ke Dashboard utama aplikasi VervalPD.

1. Cari dan klik tombol akses RESIDU atau REKAM DIDIK

2. Di dalam menu tersebut, jangan langsung panik melihat data merah. Gunakan menu Perubahan Data Tidak Signifikan untuk melakukan pembaruan data pokok.

3. Tips Penting: Pastikan semua data yang Anda input sudah sesuai dengan Kartu Keluarga (KK) terbaru siswa. Ini adalah senjata utama kita agar data lolos validasi!


[B] CARA CEK DETAIL KETIDAKCOCOKAN (Panel QC)

Setelah masuk ke daftar siswa, Anda akan melihat beberapa status Residu*. Untuk mengetahui apa yang salah, ikuti cara ini:

1.  Lihat kolom data siswa (Nama, NISN, dll).

2.  Klik logo Quality Control (biasanya berbentuk seperti perisai atau centang) untuk membuka Panel Detail QC.

3.  Di panel ini, Anda akan langsung melihat perbandingan data antara dua kolom penting:

    - Kolom DAPODIK (data yang Anda input di sekolah).

    - VS - Kolom DUKCAPIL (data kependudukan resmi dari Dispendukcapil).


Apa saja yang biasanya tidak cocok? Perhatikan detail berikut:

- NIK: Sering ditemukan perbedaan pada digit terakhir (misal beda 1 angka).

- Nama: Terjadi spelling atau ejaan yang berbeda (misal: "Ahmad" vs "Ahmat").

- Tempat Lahir: Penulisan yang tidak sama persis.

- Tanggal Lahir: Contoh paling umum adalah perbedaan bulan (misal di Dapodik 2017, di Dukcapil 2016).

- Nama Ibu Kandung: Sering terjadi kesalahan penulisan huruf atau gelar.


[C] PENANGANAN HASIL QC (SESUAI JENIS MASALAH)

Ini dia bagian paling krusial! Jangan sampai salah langkah, karena penanganannya dibagi menjadi 3 kategori spesifik berdasarkan tingkat kesalahan:

C.1. KESALAHAN RINGAN (Perbedaan Kecil)

Jika perbedaan data hanya terjadi pada ejaan nama, penulisan tempat lahir, atau NIK yang hanya beda di ujung (dan masih terhubung dalam satu KK), maka ini termasuk Kesalahan Ringan.

- Solusi:Kembali ke menu Perubahan Data Tidak Signifikan.

- Aksi: Perbarui seluruh data agar mengikuti KK terbaru siswa. Simpan, dan data biasanya akan langsung tervalidasi tanpa perlu verifikasi dinas.


C.2. NOTIFIKASI MERAH / SELISIH BANYAK (Data Signifikan)

Jika Anda menemukan notifikasi berwarna Merah atau terdapat selisih data yang sangat banyak (misal: NIK tidak ditemukan sama sekali, atau tahun lahir berbeda jauh), maka ini bukan kesalahan ringan.

- Solusi: Lakukan perbaikan melalui menu Pengajuan Signifikan.

- Catatan: Proses ini tidak bisa selesai sendiri. Anda WAJIB mengajukan dan menunggu verifikasi dari Dinas Pendidikan (Dinas Kabupaten/Kota) karena menyangkut kewenangan perubahan data kependudukan tingkat lanjut.


C.3. MASALAH NISN (Ganda atau Salah)

Hati-hati dengan kasus NISN! Sering terjadi siswa memiliki NISN yang ganda (tertukar dengan kakak/adik) atau NISN yang tidak terdaftar.

- Solusi: Manfaatkan menu Edit NISN atau Penerbitan NISN Tingkat Lanjut.

- Langkah Kritis: Sebelum mengajukan, WAJIB cek keabsahan NISN siswa terlebih dahulu melalui laman resmi: https://nisn.data.kemdikdasmen.go.id. Pastikan NISN yang Anda ajukan memang murni milik siswa yang bersangkutan untuk menghindari duplikasi data nasional.

Penutup: Teliti adalah Kunci!

Para operator hebat, mengelola data memang pekerjaan yang detail dan melelahkan. Namun, dengan memahami mekanisme QC di atas, kita tidak lagi panik menghadapi notifikasi error. Ingat selalu 3K: Cek KK, Cocokkan Data, dan Klasifikasi Masalah sebelum melakukan perbaikan.

Dengan data yang bersih, semua siswa mendapatkan hak pendidikannya, dan sekolah pun lancar administrasinya. Semangat terus mengabdi untuk pendidikan Indonesia! Jika ada kendala, jangan sungkan untuk berdiskusi di forum operator atau dengan Dinas setempat.


#OperatorTangguh #DataBersih #VervalPD #IndonesiaMaju


Sumber: Panduan Resmi Mekanisme Quality Control & VervalPD.

BREAKING NEWS: Revolusi Guru! Pemerintah Putuskan Semua Guru PPPK Naik Pangkat dan Jadi PNS!

 


Jakarta, (Harian Guru) - Kabar menggemparkan datang dari Istana Negara! Pemerintah secara resmi mengumumkan perubahan besar-besaran dalam sistem kepegawaian guru yang akan mengubah nasib puluhan ribu tenaga pendidik di seluruh Indonesia. Dalam sebuah pernyataan mengejutkan, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memastikan adanya "Kepastian untuk Guru" yang selama ini dinanti-nantikan.


Kabar baik ini, yang diunggah oleh akun @komunitasgurudigitalindonesia, menyebutkan tiga poin revolusioner yang siap menggebrak dunia pendidikan:


1. PPPK Paruh Waktu Langsung Diangkat Penuh Waktu di 2027!

Selama ini, status paruh waktu sering menjadi momok bagi para guru honorer yang telah diangkat menjadi PPPK. Kini, pemerintah menegaskan bahwa mereka tidak akan selamanya berada di bayang-bayang ketidakpastian. Mulai tahun 2027, semua guru dengan status PPPK Paruh Waktu akan secara resmi diangkat menjadi PPPK Penuh Waktu. Ini adalah langkah besar yang memastikan hak dan kesejahteraan guru setara dengan aparatur sipil lainnya.


2. Jalan Terbuka Menuju PNS!

Jika berstatus penuh waktu saja sudah luar biasa, pemerintah melangkah lebih jauh. Setelah resmi menjadi PPPK Penuh Waktu, para guru akan diberikan "golden ticket" untuk mendapatkan kesempatan menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Tidak ada lagi kata "hanya" PPPK; masa depan sebagai abdi negara dengan segala tunjangan dan kepastian pensiun kini terbuka lebar!


3. Semua Guru Diambil Alih Pemerintah Pusat!

Ini adalah poin yang paling monumental. Dalam sebuah keputusan yang dianggap sebagai lompatan sejarah, pemerintah menyepakati adanya perubahan status kepegawaian. Seluruh guru (PPPK dan PNS nantinya) akan dipindahkan menjadi Pegawai Pemerintah Pusat. Selama ini yang kita kenal adalah guru daerah, kini semua akan dikelola langsung oleh pusat. Hal ini diyakini akan menyamaratakan kualitas, kesejahteraan, dan distribusi guru secara merata di seluruh Indonesia.


Menteri Prasetyo Hadi menegaskan bahwa langkah ini adalah bentuk komitmen nyata pemerintah dalam memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para pahlawan tanpa tanda jasa.


"Dengan kepastian ini, kami berharap para guru tidak perlu lagi khawatir akan masa depannya. Mereka bisa fokus 'Terus Mengajar Demi Indonesia Maju'," tegasnya.


Kabar ini langsung disambut gegap gempita oleh para guru dari Sabang sampai Merauke. Berbagai grup media sosial dipenuhi oleh ungkapan syukur dan kegembiraan atas kebijakan yang dianggap sebagai hadiah terbesar bagi dunia pendidikan di era pemerintahan saat ini.


Tetap pantau terus perkembangan berita mengejutkan ini hanya di kanal resmi dan komunitas guru digital Indonesia.


#GuruHebat #IndonesiaMaju #KepastianUntukGuru #PPPKJadiPNS

Sunday, June 28, 2026

Pengumuman Hasil OSN-K Jenjang Pendidikan Dasar Tahun 2026 (SD dan SMP)

Pelaksanaan OSN-K Tahun 2026 telah melibatkan berbagai pihak, mulai dari Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, satuan pendidikan, pendamping, pengawas, hingga seluruh peserta didik yang telah berpartisipasi dengan penuh semangat.

Berdasarkan hasil penilaian dan verifikasi, telah ditetapkan peserta yang berhak melanjutkan ke tahap Olimpiade Sains Nasional Tingkat Provinsi (OSN-P) Tahun 2026.

Selamat kepada seluruh peserta yang berhasil melaju ke tahap berikutnya. Teruslah berusaha, belajar, dan mengembangkan kemampuan untuk meraih prestasi terbaik.

Bagi peserta yang belum berhasil, jangan berkecil hati. Setiap pengalaman adalah proses berharga untuk terus tumbuh, belajar, dan menjadi lebih baik. 🏆

📌 Yuk, cek pengumuman hasil OSN-K Tahun 2026 melalui lampiran resmi yang tersedia Disini! atau Unduh disini!

Semoga menjadi motivasi bagi seluruh peserta didik untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama sekolah.


Sumber : 

https://pusatprestasinasional.kemendikdasmen.go.id/pengumuman/sd/pengumuman-hasil-osnk-jenjang-dikdas-tahun-2026-2026-sd

Thursday, June 4, 2026

Rekrutmen PPPK Guru dan Tendik Sekolah Rakyat Tahun 2026 Resmi Dibuka!



INDSMEDIA.COM - Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia telah membuka pendaftaran bagi tenaga pendidik dan kependidikan yang ingin bergabung sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Sekolah Rakyat pada tahun 2026. Lowongan ini khusus untuk posisi guru, dengan target utama lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang memenuhi kualifikasi.

Informasi resmi tersebut tertuang dalam Pengumuman Nomor 1995/1/KP.01.01/06/2026. Di dalamnya diuraikan secara lengkap mulai dari jumlah kursi yang tersedia, profil pelamar yang dicari, berbagai ketentuan, prosedur pendaftaran, hingga jadwal penting pelaksanaan seleksi.

Bagi para pemegang sertifikat PPG yang tertarik, sangat disarankan untuk mencermati setiap aturan yang sudah ditetapkan. Berikut rincian selengkapnya.

Jumlah Formasi yang Disiapkan

Kemensos mengalokasikan sebanyak 3.053 formasi PPPK untuk jabatan fungsional guru di Sekolah Rakyat sepanjang 2026. Jumlah ini terdistribusi ke berbagai daerah di seluruh Indonesia.

Siapa Saja yang Boleh Melamar?

Tidak semua sarjana pendidikan dapat mendaftar. Hanya dua kelompok berikut yang dipersilakan:

  1. Lulusan PPG Prajabatan atau PPG Calon Guru yang belum tercatat sebagai guru dalam Data Pokok Pendidikan (Dapodik) Kemendikdasmen.

  2. Lulusan PPG Prajabatan atau PPG Calon Guru yang sudah berstatus sebagai Guru Non-ASN dalam Dapodik Kemendikdasmen.

Ketentuan Umum bagi Pelamar

Berdasarkan pengumuman resmi, setiap calon wajib memenuhi kriteria berikut:

  1. Merupakan WNI yang beriman kepada Tuhan Yang Maha Esa.

  2. Usia minimal 20 tahun dan maksimal 40 tahun saat penetapan sebagai calon guru.

  3. Tidak pernah dihukum penjara berdasarkan putusan inkrah karena tindak pidana dengan pidana 2 tahun penjara atau lebih.

  4. Tidak pernah diberhentikan tidak atas permintaan sendiri atau secara tidak hormat sebagai ASN, anggota TNI, Polri, maupun pegawai swasta.

  5. Bukan berstatus sebagai ASN, anggota TNI, atau Polri.

  6. Tidak menjadi anggota atau pengurus parpol, serta tidak terlibat politik praktis.

  7. Berpendidikan minimal S-1, D-IV, atau Sarjana Terapan.

  8. Memiliki sertifikat pendidik.

  9. Sehat jasmani dan rohani sesuai tuntutan jabatan.

  10. Bebas dari NAPZA.

  11. Memiliki SKCK yang bersih.

  12. Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah NKRI.

Ketentuan Tambahan (Khusus)

Selain syarat di atas, ada pula ketentuan khusus yang harus dipatuhi:

  1. IPK minimal 3,00.

  2. Bersedia bekerja dan tinggal di sekitar lokasi Sekolah Rakyat.

  3. Diutamakan bersedia tinggal di asrama yang disediakan.

  4. Memiliki surat izin mengikuti seleksi.

  • Bagi yang mengajar di sekolah negeri, surat izin minimal ditandatangani oleh pejabat administrator bidang kepegawaian di dinas pendidikan setempat (kabupaten/kota/provinsi).

  • Bagi yang mengajar di sekolah swasta/yayasan, surat izin ditandatangani oleh ketua yayasan.

Prosedur Pendaftaran Online

Pendaftaran dilakukan secara daring melalui portal SSCASN. Masing-masing pelamar hanya bisa memilih satu formasi jabatan. Langkah-langkahnya:

  1. Buat akun di laman resmi SSCASN.

  2. Masuk (login) dengan akun tersebut.

  3. Isi semua data yang diminta.

  4. Pilih formasi Guru Sekolah Rakyat yang tersedia.

  5. Tentukan unit penempatan.

  6. Pilih lokasi ujian CAT.

  7. Unggah seluruh dokumen yang disyaratkan.

Dokumen Wajib yang Perlu Diunggah

Pelamar harus menyiapkan hasil pindaian berwarna dari dokumen asli (bukan fotokopi atau legalisir), antara lain:

  1. Pas foto formal terbaru berlatar merah.

  2. Surat lamaran bermeterai dan ditandatangani.

  3. Surat pernyataan bermeterai dan ditandatangani.

  4. Ijazah asli.

  5. Transkrip nilai asli.

  6. Sertifikat akreditasi (jika diperlukan).

  7. Sertifikat pendidik asli.

  8. Surat izin mengikuti seleksi.

Panitia akan menggugurkan pelamar yang dokumennya tidak lengkap atau tidak sesuai.

Tahapan Seleksi

Proses seleksi berlangsung dalam tiga gelombang:

  1. Seleksi Administrasi: Pencocokan berkas pelamar dengan persyaratan.

  2. Seleksi Kompetensi: Menggunakan CAT BKN, mencakup teknis, manajerial, sosial kultural, dan wawancara integritas.

  3. Seleksi Kompetensi Tambahan (SKT): Meliputi psikotes, tes Bahasa Inggris, dan wawancara. Detail teknis akan diumumkan kemudian.

Jadwal Penting (Bersifat Tentatif)

  • Pengumuman seleksi: 3-15 Juni 2026

  • Pendaftaran: 8-14 Juni 2026

  • Seleksi administrasi: 8-16 Juni 2026

  • Pengumuman hasil administrasi: 17 Juni 2026

  • Masa sanggah administrasi: 18 Juni 2026

  • Jawab sanggah: 18-19 Juni 2026

  • Pengumuman pasca-sanggah: 19-20 Juni 2026

  • Penarikan data final: 21 Juni 2026

  • Penjadwalan CAT: 22-23 Juni 2026

  • Pengumuman peserta & jadwal CAT: 24-25 Juni 2026

  • Pelaksanaan CAT BKN: 26 Juni - 5 Juli 2026

  • Pengolahan nilai: 6-8 Juli 2026

  • Pengumuman kelulusan seleksi kompetensi: 9 Juli 2026

  • Penjadwalan SKT: 10-11 Juli 2026

  • Pengumuman jadwal SKT & konfirmasi peserta: 12 Juli 2026

  • Pelaksanaan SKT: 13-19 Juli 2026

  • Pengolahan hasil SKT: 20-21 Juli 2026

  • Pengumuman hasil SKT: 22 Juli 2026

  • Masa sanggah SKT: 23 Juli 2026

  • Jawab sanggah SKT: 23-24 Juli 2026

  • Pengolahan pasca-sanggah SKT: 25-26 Juli 2026

  • Pengumuman final pasca-sanggah: 27 Juli 2026

  • Pengisian DRH dan pemberkasan.

Sistem Kelulusan

Peserta yang lolos akan diumumkan di portal SSCASN dan situs resmi Kemensos. Mereka yang dinyatakan lulus administrasi berhak mengikuti Seleksi Kompetensi CAT. Informasi lebih rinci tentang sistem penilaian bisa diakses melalui tautan s.kemensos.go.id/1dt6.

Untuk informasi lanjut rekrutmen tendik Sekolah Rakyat bisa diakses melalui tautan  s.kemensos.go.id/1dt7

Demikian informasi lengkap seputar rekrutmen PPPK Guru Sekolah Rakyat 2026, mulai dari kuota, persyaratan, jadwal, hingga tahapan seleksi. Semoga membantu persiapan Anda.

Friday, May 29, 2026

Tujuan Pembelajaran (TP) Mulok Bahasa Sunda Kelas 5 SD Semester 2 Berdasarkan Permendikdasmen No.13 Tahun 2025

 



Tujuan pembelajaran Bahasa Sunda di Kabupaten Pandeglang memang tidak tersedia dalam satu dokumen publik yang berdiri sendiri. Namun, berdasarkan kebijakan terbaru, materi ini merupakan perpaduan antara standar Provinsi Jawa Barat dan penyesuaian oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Pandeglang.

Berikut adalah tujuan pembelajaran (TP) Bahasa Sunda untuk siswa kelas 5 SD semester 2 berdasarkan Capaian Pembelajaran (CP) Fase C terbaru di Provinsi Jawa Barat.

🎯 Tujuan Pembelajaran (TP) Bahasa Sunda Kelas 5 Semester 2

Tujuan-tujuan di bawah ini disusun dari Capaian Pembelajaran (CP) Fase C yang berlaku.

  1. Kemampuan Berbicara dan Menyajikan Informasi (Biakara)

    • Mampu menyampaikan informasi atau perasaan secara lisan dalam bahasa Sunda yang santun (halus) sesuai dengan undak usuk basa yang berlaku.

    • Mempraktikkan dan menyajikan biantara (pidato) atau sawala (debat sederhana) dengan lafal, intonasi, dan ekspresi yang jelas serta menggunakan ragam bahasa hormat (lemes).

  2. Kemampuan Membaca dan Memahami Sastra (Maca)

    • Menemukan dan memahami informasi tersurat maupun tersirat dari berbagai teks, seperti dongeng, carita pondok (carpon), dan sajak (puisi) Sunda.

    • Menanggapi isi teks bacaan dan mengidentifikasi nilai-nilai moral atau pesan yang terkandung di dalamnya.

  3. Kemampuan Menulis dan Mengenal Aksara (Nulis)

    • Menulis paragraf sederhana, seperti teks deskripsi atau laporan hasil observasi, dengan menggunakan kosakata baku dan ejaan bahasa Sunda yang benar.

    • Memahami, membaca, dan menulis kalimat pendek menggunakan Aksara Sunda (meliputi aksara ngalagena, rarangken, dan angka).

  4. Kemampuan Menyimak (Ngaregepkeun)

    • Menyimak dan memahami berbagai wacana lisan, seperti dongeng yang dibacakan atau pesan yang disampaikan secara langsung.

    • Mampu menceritakan kembali atau menjawab pertanyaan terkait isi dari wacana yang telah disimak.

  5. Penghayatan Budaya dan Karakter

    • Menghayati nilai-nilai budaya Sunda yang terkandung dalam berbagai teks sastra, seperti pupuh (tembang) dan dongeng, serta mengaplikasikannya dalam sikap dan perilaku sehari-hari, terutama dalam membangun karakter santun dan hormat.


🏡 Penyesuaian untuk Pandeglang

Karena Bahasa Sunda adalah muatan lokal utama di Pandeglang, sekolah memiliki fleksibilitas untuk menyesuaikan materi. Penyesuaian yang mungkin dilakukan, misalnya:

  • Materi ajar lebih menekankan pada kosakata, cerita rakyat, dan kebiasaan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Pandeglang.

  • Bahasa pengantar dapat menggunakan bahasa Sunda dialek Pandeglang (basa Sunda wewengkon) secara bertahap untuk memudahkan pemahaman.

  • Penilaian dapat dikembangkan sesuai dengan konteks lokal di Pandeglang.

Lynk | Diskon Up 50%

E-learning