Showing posts with label guru. Show all posts
Showing posts with label guru. Show all posts

Friday, September 11, 2026

Seleksi Guru SILN dan Pendidik CLC Segera Dibuka, Siapkan Diri Sekarang!

 



Jakarta – Kabar gembira bagi para pendidik di Tanah Air. Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengumumkan bahwa seleksi guru dan tenaga kependidikan untuk Sekolah Indonesia di Luar Negeri (SILN) serta pendidik tetap Community Learning Center (CLC) akan segera dibuka.

Langkah ini menjadi angin segar bagi para guru yang ingin mengabdikan diri dalam layanan pendidikan bagi anak-anak Indonesia di perantauan. Program ini menjangkau 13 SILN yang tersebar di sembilan negara, serta 302 titik CLC di wilayah Sabah dan Sarawak, Malaysia.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari kanal resmi Ditjen GTK, SILN merupakan sekolah yang melayani pendidikan bagi anak-anak Indonesia di berbagai negara dengan tetap mengacu pada kurikulum nasional. Sementara itu, CLC adalah pusat layanan belajar sederhana yang didirikan untuk memberikan pendidikan jenjang SD dan SMP bagi anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI), terutama yang berada di kawasan perkebunan di Sabah dan Sarawak.

Adapun rincian 302 titik CLC tersebut meliputi 240 CLC di wilayah Sabah dan 62 CLC di wilayah Sarawak. Keberadaan CLC menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam memastikan akses pendidikan tetap terbuka bagi anak-anak Indonesia, meskipun berada jauh dari tanah air.

Meski demikian, calon peserta diimbau untuk bersabar menunggu informasi resmi. Pihak Ditjen GTK menegaskan bahwa rincian mengenai persyaratan peserta, jadwal pendaftaran, tahapan seleksi, hingga dokumen yang harus disiapkan masih akan diumumkan kemudian melalui kanal komunikasi resmi.

"Masyarakat diharapkan berhati-hati terhadap informasi yang mencantumkan persyaratan atau jadwal seleksi sebelum adanya pengumuman resmi dari Ditjen GTK," demikian pernyataan resmi yang dikutip dari akun Instagram @ditjen.gtk.kemdikbud.

Seleksi ini menjadi peluang emas bagi para tenaga pendidik yang memiliki semangat tinggi untuk berkontribusi dalam mencerdaskan generasi bangsa di kancah internasional. Para calon peserta disarankan untuk terus memantau kanal resmi Ditjen GTK Kemendikdasmen guna memastikan informasi yang digunakan saat mendaftar merupakan ketentuan terbaru.

Dengan dibukanya seleksi ini, diharapkan semakin banyak guru berkualitas yang siap mengabdi dan membawa nama baik pendidikan Indonesia di mata dunia. (*)



Hasil PISA 2025: Indonesa Masih Bertahan di Grup Bontot ASIA

Gambar Ilustrasi Pelajar

 JAKARTA – Hasil evaluasi pendidikan internasional Programme for International Student Assessment (PISA) 2025 resmi dirilis. Laporan terbaru yang dipublikasikan oleh IDT Community ini menyajikan potret komprehensif mengenai capaian, tantangan, serta peluang pendidikan Indonesia di kancah global.

Berdasarkan data yang dihimpun, skor Indonesia pada PISA 2025 menunjukkan tren positif pada beberapa domain, meskipun masih menyisakan pekerjaan rumah besar. Skor Sains Indonesia tercatat naik 6 poin menjadi 389, dan Reading naik 7 poin menjadi 365. Namun, skor Matematika mengalami penurunan 2 poin menjadi 364. Meski demikian, capaian ini menegaskan bahwa Indonesia masih harus bekerja keras untuk mengejar ketertinggalan dari rata-rata negara Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi (OECD).

Keterlibatan dan Dukungan Guru Meningkat

Salah satu sorotan utama dalam PISA 2025 adalah pengukuran baru untuk computational problem solving atau pemecahan masalah komputasional. Dalam laporan tersebut, Indonesia mendapatkan apresiasi dari OECD berkat peningkatan dukungan guru (teacher support) dalam pembelajaran sains. Indonesia disebut sebagai salah satu negara dengan peningkatan dukungan guru terbesar sejak tahun 2015.

"OCED secara eksplisit menyebut Indonesia sebagai salah satu negara dengan peningkatan teacher support dalam pembelajaran sanis terbesar sejak 2015," demikian kutipan dalam laporan tersebut.

Selain itu, lingkungan belajar di Indonesia dinilai memiliki beberapa modal positif. Indeks disiplin kelas di Indonesia tercatat sebesar 0,47, jauh di atas rata-rata OECD yang hanya 0,14. Sekitar 78 persen siswa Indonesia juga merasa berada pada indikator rendah akan truancy atau membolos, jauh lebih baik dibandingkan rata-rata OECD yang berada di angka 66,1 persen.

Tantangan Kritis: Rendahnya Motivasi dan Keyakinan Diri

Meskipun lingkungan belajar kondusif, laporan ini menyoroti masalah serius pada aspek psikologis siswa. Sebanyak 60,9 persen siswa Indonesia masih tergolong low performer pada ketiga domain (Sains, Reading, Matematika). Hal ini berbanding lurus dengan lemahnya motivasi dan keyakinan diri.

Data menunjukkan, motivasi dan keyakinan siswa Indonesia untuk berkembang sangat lemah. Hanya 30,2 persen siswa yang memiliki growth mindset (pola pikir berkembang), jauh tertinggal dibandingkan rata-rata OECD yang mencapai 69,3 persen. Padahal, indikator keterlibatan (engagement) seperti rasa ingin tahu, penetapan tujuan, dan pencarian bantuan menunjukkan korelasi positif terhadap hasil belajar.

Ketimpangan dan Sedikitnya Talenta Puncak

Isu pemerataan juga menjadi catatan merah. Hanya 8,6 persen variasi skor sains di Indonesia yang dijelaskan oleh status sosial-ekonomi (ESCS), yang berarti ketimpangan akses masih tinggi. Meski begitu, terdapat temuan positif di mana 15,4 persen siswa disadvantaged (kurang beruntung secara ekonomi) menunjukkan resiliensi akademik yang baik.

Di sisi lain, Indonesia sangat kekurangan siswa berprestasi puncak (top performer). Hanya 0,1 persen siswa Indonesia yang berhasil mencapai Level 5/6, sementara rata-rata OECD mencapai 11,9 persen.

Peringkat dan Kesadaran Lingkungan

Secara peringkat, Indonesia berada di urutan 73 dari 31 negara di ASEAN untuk Sains (skor 389), urutan 74 untuk Reading (365), dan urutan 78 untuk Matematika (364). Untuk kemampuan baru Computational Problem Solving, Indonesia berada di urutan 62 dari 85 negara di ASEAN dengan skor 427.

Menariknya, kepedulian terhadap lingkungan menjadi poin positif. Lebih dari 90 persen siswa Indonesia menyatakan tertarik berpartisipasi dalam perlindungan lingkungan melalui pembelajaran sains. Angka ini jauh melampaui rata-rata internasional yang hanya sekitar 62 persen.

Harapan Baru

Laporan ini menutup dengan pesan optimistis. Data PISA 2025 diharapkan menjadi cermin bagi Indonesia untuk terus memperkuat kualitas pembelajaran. "Generasi Belajar Indonesia Maju" menjadi harapan agar setiap anak memiliki kesempatan yang lebih baik di masa depan.


Sumber : berbagai sumber/OECD

Wednesday, August 19, 2026

BREAKING NEWS: Revolusi Guru! Pemerintah Putuskan Semua Guru PPPK Naik Pangkat dan Jadi PNS!

 


Jakarta, (Harian Guru) - Kabar menggemparkan datang dari Istana Negara! Pemerintah secara resmi mengumumkan perubahan besar-besaran dalam sistem kepegawaian guru yang akan mengubah nasib puluhan ribu tenaga pendidik di seluruh Indonesia. Dalam sebuah pernyataan mengejutkan, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memastikan adanya "Kepastian untuk Guru" yang selama ini dinanti-nantikan.


Kabar baik ini, yang diunggah oleh akun @komunitasgurudigitalindonesia, menyebutkan tiga poin revolusioner yang siap menggebrak dunia pendidikan:


1. PPPK Paruh Waktu Langsung Diangkat Penuh Waktu di 2027!

Selama ini, status paruh waktu sering menjadi momok bagi para guru honorer yang telah diangkat menjadi PPPK. Kini, pemerintah menegaskan bahwa mereka tidak akan selamanya berada di bayang-bayang ketidakpastian. Mulai tahun 2027, semua guru dengan status PPPK Paruh Waktu akan secara resmi diangkat menjadi PPPK Penuh Waktu. Ini adalah langkah besar yang memastikan hak dan kesejahteraan guru setara dengan aparatur sipil lainnya.


2. Jalan Terbuka Menuju PNS!

Jika berstatus penuh waktu saja sudah luar biasa, pemerintah melangkah lebih jauh. Setelah resmi menjadi PPPK Penuh Waktu, para guru akan diberikan "golden ticket" untuk mendapatkan kesempatan menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Tidak ada lagi kata "hanya" PPPK; masa depan sebagai abdi negara dengan segala tunjangan dan kepastian pensiun kini terbuka lebar!


3. Semua Guru Diambil Alih Pemerintah Pusat!

Ini adalah poin yang paling monumental. Dalam sebuah keputusan yang dianggap sebagai lompatan sejarah, pemerintah menyepakati adanya perubahan status kepegawaian. Seluruh guru (PPPK dan PNS nantinya) akan dipindahkan menjadi Pegawai Pemerintah Pusat. Selama ini yang kita kenal adalah guru daerah, kini semua akan dikelola langsung oleh pusat. Hal ini diyakini akan menyamaratakan kualitas, kesejahteraan, dan distribusi guru secara merata di seluruh Indonesia.


Menteri Prasetyo Hadi menegaskan bahwa langkah ini adalah bentuk komitmen nyata pemerintah dalam memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para pahlawan tanpa tanda jasa.


"Dengan kepastian ini, kami berharap para guru tidak perlu lagi khawatir akan masa depannya. Mereka bisa fokus 'Terus Mengajar Demi Indonesia Maju'," tegasnya.


Kabar ini langsung disambut gegap gempita oleh para guru dari Sabang sampai Merauke. Berbagai grup media sosial dipenuhi oleh ungkapan syukur dan kegembiraan atas kebijakan yang dianggap sebagai hadiah terbesar bagi dunia pendidikan di era pemerintahan saat ini.


Tetap pantau terus perkembangan berita mengejutkan ini hanya di kanal resmi dan komunitas guru digital Indonesia.


#GuruHebat #IndonesiaMaju #KepastianUntukGuru #PPPKJadiPNS

Tuesday, April 7, 2026

RESMI! Mulai Besok, Seluruh ASN Guru, Kepsek, dan Pengawas Wajib Isi Instrumen Pemetaan, Jangan Sampai Terlewat!

 



Kemendikbud (kini Kemendikdasmen) menyediakan berbagai program pelatihan gratis ("tanpa ragu"/tanpa biaya) untuk guru dan tenaga kependidikan, fokus pada peningkatan kompetensi, inovasi, dan profesionalisme melalui metode daring (MOOC) serta luring, sering kali bersertifikat. Program utama meliputi Kurikulum Merdeka, Guru Penggerak, G-INKREAT (Inovator Kewirausahaan), pelatihan inklusi, dan literasi/numerasi.

Program pelatihan guru untuk tahun 2026 akan dilaksankan kegiatan pemetaan terlebih dahulu 

pelatihan guru yang perlu dilakukan melalui aplikasi https://tanparagu.kemendikdasmen.go.id/

Pengisian pemetaan pelatihan komptensi guru ini sampai tanggal 25 April 2026, jangan sampai 

ketinggalan karena tidak akan mendapatkan undangan pelatihan terbaru di tahun ini.


Link TANPARAGU

1. Guru : https://tanparagu.kemendikdasmen.go.id/tanparagu/lockscreen/kjyvny

Token : 1111


2. Kepala Sekolah : https://tanparagu.kemendikdasmen.go.id/tanparagu/lockscreen/lgwlpw

Token : 2222 


3. Pengawas Sekolah : https://tanparagu.kemendikdasmen.go.id/tanparagu/lockscreen/laybzy

Token : 3333

Tutorial Pengisian Instrumen KLIK DISNI!

Daftar Program Pelatihan Kemendikbud Terkini:
  • Pelatihan G-INKREAT (Guru Inovator Kewirausahaan): Pelatihan intensif dan sertifikasi BNSP untuk guru SMK, didukung beasiswa LPDP.
  • Program Pelatihan GTK BERDIKARI: Pelatihan bagi Guru dan Tenaga Kependidikan untuk meningkatkan kompetensi, sering kali melibatkan metode blended learning.
  • Modul Pelatihan Berjenjang Pendidikan Inklusif: Pelatihan berbasis kebutuhan khusus, terdiri dari tingkat dasar, lanjut, dan mahir.
  • Pelatihan Teknisi (LKP): Program untuk instruktur Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP).
  • MOOC BBPPMPV Seni dan Budaya: Pelatihan mandiri (terutama untuk DKV dan Tata Busana) yang dirancang gratis.
  • Program Koding dan Kecerdasan Artifisial: Pengembangan profesional untuk guru di bidang STEM.
  • Pelatihan Teknis Literacy/Numerasi: Fokus pada penguatan kemampuan dasar murid.
Cara Mengikuti Pelatihan:
  1. Akun Belajar.id: Pastikan Anda memiliki dan aktif menggunakan akun belajar.id.
  2. SIMPKB: Pantau informasi melalui sistem SIMPKB.
  3. LMS Kemendikbud: Pelatihan sering menggunakan Learning Management System (LMS) mandiri.
  4. BGTK Provinsi: Informasi pengumuman peserta terpilih sering dirilis melalui balai guru daerah (contoh: BGTK Banten.
Karakteristik Pelatihan:
  • Gratis (Tanpa Biaya): Mayoritas didukung beasiswa atau APBN.
  • Bersertifikat: Mengeluarkan sertifikat resmi.
  • Berbasis Praktik: Fokus pada penerapan di kelas.
Pelatihan ini ditujukan untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang adaptif, ramah, dan inklusif.

Thursday, March 26, 2026

Guru dan Tenaga Kependidikan Harap Lakukan Registrasi Ulang ke Sistem Komunitas GTK Baru



Jakarta, 25 Maret 2026. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi meluncurkan sistem baru untuk wadah bagi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK). Sebagai bagian dari perubahan sistem keanggotaan menjadi Komunitas GTK, seluruh guru dan tenaga kependidikan diimbau untuk segera melakukan registrasi ulang melalui platform digital terbaru.

Pemberitahuan resmi disampaikan kepada para kepala sekolah, pengawas, serta bapak/ibu guru melalui surat edaran dan kanal komunikasi internal. Dalam imbauan tersebut, proses registasi ulang ini wajib dilakukan mengingat adanya perubahan signifikan dalam sistem keanggotaan sebelumnya.

Registrasi dapat diakses melalui laman resmi yang telah ditentukan, yakni:
https://sindara.gurudikdas.kemendikdasmen.go.id/pendaftaran/komunitas

Untuk memudahkan proses verifikasi data, para pendidik dan tenaga kependidikan diharuskan menggunakan akun belajar.id masing-masing saat melakukan pendaftaran. Penggunaan akun ini bertujuan untuk menjamin keabsahan data dan keamanan sistem.

“Kami mohon maaf kepada Bapak/Ibu sekiranya mengganggu waktu istirahat di masa libur Lebaran. Namun, dikarenakan adanya perubahan sistem ini, dimohon untuk meluangkan sedikit waktu agar semuanya dapat teregistrasi dalam komunitas baru,” demikian bunyi salah satu penggalan imbauan yang disampaikan.

Selain melakukan registrasi ulang bagi yang sudah menjadi anggota sebelumnya, pihak penyelenggara juga membuka kesempatan seluas-luasnya bagi GTK yang belum pernah bergabung untuk segera melakukan registrasi. Satu hal yang perlu diperhatikan dalam proses pendaftaran adalah kewajiban memilih nama komunitas yang sudah terdaftar secara resmi dalam sistem.

Dengan adanya perubahan menuju sistem Komunitas GTK ini, diharapkan seluruh tenaga pendidik dapat terintegrasi dalam satu wadah digital yang lebih terstruktur guna mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia.

Tutorial aktivasi ulang di youtube klik Disini

Sumber : https://sindara.gurudikdas.kemendikdasmen.go.id/



Friday, February 27, 2026

Pemerintah Siapkan Anggaran Rp55 Triliun untuk THR ASN 2026, Cair Awal Ramadan

 


Jakarta, 27 Februari 2026 – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan kesiapan anggaran untuk pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, dan Polri. Tahun ini, pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp55 triliun, atau meningkat sekitar 10,22 persen dibandingkan anggaran THR tahun 2025 yang sebesar Rp49,4 triliun  .

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyatakan bahwa dana tersebut sudah siap dan ditargetkan cair lebih awal dibanding tahun-tahun sebelumnya. Hal ini dilakukan untuk mendorong daya beli masyarakat serta mengakselerasi perputaran ekonomi di awal tahun  .

Jadwal Pencairan di Awal Ramadan

Kapan THR akan cair? Pertanyaan ini menjadi yang paling dinantikan para abdi negara. Berdasarkan pernyataan resmi Menteri Keuangan, penyaluran THR ASN 2026 dijadwalkan pada pekan pertama bulan Ramadan 1447 H  .

"(Pencairan THR) minggu pertama puasa, sebentar lagi," ujar Purbaya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (18/2/2026) lalu . Dengan mengacu pada penetapan awal Ramadan yang jatuh pada 19 Februari 2026, maka pencairan diprediksi akan berlangsung mulai akhir Februari hingga pertengahan Maret 2026, dengan batas akhir paling lambat 7 hari sebelum Idulfitri .

Meski target pencairan sudah jelas, pemerintah masih menunggu penerbitan Peraturan Pemerintah (PP) sebagai landasan hukum teknis. Menteri Keuangan menambahkan bahwa pengumuman resmi terkait THR akan disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto  . PT Taspen (Persero) juga telah mengimbau para pensiunan untuk waspada terhadap informasi hoaks yang beredar dan menunggu aturan resmi dari pemerintah .

Rincian Estimasi Besaran THR per Golongan

Besaran THR yang diterima setiap ASN berbeda-beda, tergantung pada golongan, masa kerja, serta komponen tunjangan yang melekat. Berdasarkan struktur gaji yang berlaku, berikut adalah estimasi besaran THR untuk ASN (PNS dan PPPK) tahun 2026  :

  • Golongan I: Rp2,2 juta - Rp2,8 juta

  • Golongan II: Rp3,0 juta - Rp4,0 juta

  • Golongan III: Rp3,8 juta - Rp5,4 juta

  • Golongan IV: Rp5,8 juta - Rp7,8 juta

Perlu dicatat bahwa nominal tersebut merupakan estimasi dari akumulasi gaji pokok dan tunjangan melekat. Total penerimaan bisa jauh lebih besar jika ditambah dengan Tunjangan Kinerja (Tukin) 100 persen bagi ASN di instansi pusat .

Komponen THR dan Penerima Manfaat

Mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11 Tahun 2025 tentang pemberian THR tahun sebelumnya, komponen THR diberikan secara penuh (100 persen) yang meliputi gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan pangan, dan tunjangan jabatan atau umum  .

Pemerintah menegaskan bahwa penerima THR tahun ini tidak hanya PNS, tetapi juga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), baik di instansi pusat maupun daerah, serta para pensiunan  .

Untuk ASN di lingkungan Pemerintah Daerah, pencairan THR menyesuaikan dengan kesiapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) masing-masing. Sebagai contoh, Pemerintah Kota Malang telah mengalokasikan dana sebesar Rp42,6 miliar di APBD 2026 untuk membayar THR 9.912 ASN di lingkungannya, yang mencakup 4.905 PNS dan 5.007 PPPK

Lynk | Diskon Up 50%

E-learning