Showing posts with label Sertifikasi. Show all posts
Showing posts with label Sertifikasi. Show all posts

Tuesday, February 20, 2024

Tahun ini Guru Semakin Sejahtera, Pemerintah Naikkan Tunjangan Sertifikasi Guru, Intip Besaran Kenaikannya…


Foto : Guru Abdi Negara


Para guru bersertifikasi di Indonesia mendapat kabar gembira dari pemerintah, pemerintah telah mengumumkan bahwa tunjangan profesi atau tunjangan sertifikasi untuk guru akan dinaikkan pada tahun 2024.


Kenaikan ini berlaku untuk semua guru bersertifikasi, baik yang berstatus ASN, PPPK, maupun non-PNS. Tunjangan profesi guru adalah tunjangan yang diberikan kepada guru yang telah memiliki sertifikat pendidik sebagai pengakuan atas kompetensi dan kinerja profesionalnya.

Tunjangan ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan, motivasi, dan kualitas guru dalam melaksanakan tugas pendidikan.

Besaran Tunjangan Profesi Guru pada bulan April 2024 ditentukan berdasarkan PP No 5 Tahun 2024. Berikut daftarnya:

Golongan III dengan masa kerja 1 sampai 32 tahun

– IIIa Rp 8.357.100 – Ro 13.725.200

– IIIb Rp 8.710.800 – Rp 14.306.400

– IIIc Rp 9.079.200 – Rp 14.911.500

– IIId Rp 9.463.200 – Rp 15.543.100

Golongan IV dengan masa kerja 1 sampai 32 tahun

– IVa Rp 9.863.400 – Rp 16.199.700

– IVb Rp 10.280.700 – Rp 16.884.900

– IVc Rp 10.715.700 – Rp 17.599.200

– IVd Rp 11.169.000 – Rp 18.343.500

– IVe Rp 11.641.200 – Rp 19.119.600


Guru Profesional

Berapa Besaran Kenaikan Tunjangan Profesi Guru?


Besaran kenaikan tunjangan profesi guru tergantung pada status dan golongan guru. Berikut adalah rincian besaran kenaikan tunjangan profesi guru berdasarkan sumber dan data yang ada:

Guru ASN:

Tunjangan profesi guru ASN sebesar satu kali gaji pokok sesuai dengan golongan dan pangkatnya.

Karena gaji pokok ASN naik sebesar 8% pada tahun 2024, maka tunjangan profesi guru ASN juga naik sebesar 8%.

Misalnya, guru ASN golongan III/a dengan pangkat Penata Muda yang memiliki gaji pokok Rp3.044.300 pada tahun 2023, akan mendapatkan tunjangan profesi sebesar Rp3.287.844 pada tahun 2024.

Guru PPPK:

Tunjangan profesi guru PPPK sebesar satu kali gaji pokok sesuai dengan surat keputusan pengangkatan.

Karena gaji pokok guru PPPK juga naik sebesar 8% pada tahun 2024, maka tunjangan profesi guru PPPK juga naik sebesar 8%.

Misalnya, guru PPPK golongan III/a yang memiliki gaji pokok Rp3.044.300 pada tahun 2023, akan mendapatkan tunjangan profesi sebesar Rp3.287.844 pada tahun 2024.

Guru Non-PNS:

Tunjangan profesi guru non-PNS terdiri dari dua kategori, yaitu guru yang telah memiliki SK inpassing atau penyetaraan dan guru yang belum memiliki SK inpassing.

Guru yang telah memiliki SK inpassing akan mendapatkan tunjangan profesi setara dengan gaji pokok PNS sesuai dengan golongan dan pangkatnya.

Karena gaji pokok PNS naik sebesar 8% pada tahun 2024, maka tunjangan profesi guru non-PNS yang memiliki SK inpassing juga naik sebesar 8%.

Misalnya, guru non-PNS golongan III/a yang memiliki SK inpassing dan gaji pokok Rp3.044.300 pada tahun 2023, akan mendapatkan tunjangan profesi sebesar Rp3.287.844 pada tahun 2024.

Sementara itu, guru non-PNS yang belum memiliki SK inpassing akan mendapatkan tunjangan profesi sebesar Rp1.500.000 per bulan.


Sumber : Berbagai Sumber

Friday, February 9, 2024

3 Kategori Guru Yang Diprioritaskan Mengikuti PPG Daljab Tahun 2024

 


Untuk memastikan kelayakan pendaftaran PPG Daljab 2024, berikut langkah-langkah yang harus disiapkan:


1. Verifikasi Status Guru

Pastikan status Anda sebagai guru terverifikasi dengan syarat telah diangkat sebagai guru dengan gaji setidaknya sejajar dengan honorarium daerah atau sudah memperoleh gelar Guru Tetap di lembaga pendidikan swasta. Pengangkatan resmi sebagai tenaga pendidik menjadi prasyarat utama yang harus dipenuhi.


2. Aktivitas Mengajar Terdaftar

Pastikan tercatat sebagai guru aktif yang telah mengajar selama minimal tiga tahun terakhir.

Proses verifikasi ini dapat dilakukan melalui peninjauan rekam jejak pada Dapodik atau sistem serupa yang mengelola data kegiatan pengajaran.


3. Memiliki Kualifikasi Akademik

Guru harus memenuhi persyaratan kualifikasi akademik minimal, yaitu memiliki gelar S1 atau D4 sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru & Dosen.

Pastikan ijazah yang Anda miliki sesuai dengan syarat ini.


4. Penyesuaian Jurusan Mata Pelajaran

Lakukan pengecekan linieritas jurusan mata pelajaran yang Anda ampu dengan ijazah guru.

Pastikan ada kesesuaian antara jurusan yang Anda ambil dengan mata pelajaran yang diajarkan.


Proses seleksi PPG Daljab 2024 akan berlanjut setelah memverifikasi kelengkapan dokumen dan syarat-syarat yang telah ditetapkan, maka pantau terus porta PPG disini. ***


Halaman : 1, 2

Monday, November 13, 2023

Terbaru!, Sertifikat PMM menjadi Syarat Pencairan TPG Triwulan 4, Ini Aturannya!

 

Menteri Pendidikan

Saat ini guru harus lebih giat dalam menuntaskan pelatihan Mandiri di PMM, berkaitan adanya aturan baru dengan bahwa syarat pencairan tunjangan sertifikasi triwulan 3 harus memiliki minimal 1 sertifikat PMM.

Benarkah demikian? kita ulas tentang aturan yang berlaku mengenai hal ini.

Pertama-tama untuk bisa mendapatkan sertifikat PMM dikutip dari website resmi Kemdikbud https://pusatinformasi.guru.kemdikbud.go.id/ berikut ini alur guru untuk bisa mendapatkan sertifikat pelatihan mandiri di PMM.

  1. Kerjakan satu topik Pelatihan Mandiri mulai dari mempelajari materi modul, mengerjakan post test dengan hasil penguasaan pemahaman sangat baik, hingga mengunggah Aksi Nyata. 
  2. Aksi Nyata akan divalidasi oleh tim platform Merdeka Mengajar. Silakan pantau hasil validasi secara mandiri melalui status sertifikat pada halaman Topik Pelatihan Mandiri.
  3. Anda akan menerima hasil validasi Aksi Nyata:
  • Jika Aksi Nyata Anda dinyatakan lulus validasi, Anda bisa mendapatkan sertifikat Pelatihan Mandiri. Sertifikat berupa e-certificate yang bisa diunduh langsung dari halaman Pelatihan Mandiri.
  • Jika Aksi Nyata Anda tidak lulus validasi, jangan khawatir karena Anda dapat merevisi Aksi Nyata Anda dan mengunggah kembali ke platform Merdeka Mengajar untuk divalidasi.

Kemudian yang menjadi pertanyaan, bagaimana sebenarnya kebijakan mengenai pencairan tunjangan sertifikasi triwulan 4 ?

Merujuk pada Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan teknologi Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2022 Tentang Petunjuk Teknis Pemberian Tunjangan Profesi, Tunjangan Khusus, dan Tambahan Penghasilan Guru Aparatur Sipil Negara di Daerah Provinsi, Kabupaten /Kota.

Dalam salah satu pasalnya dijelaskan syarat pencairan tunjangan sertifikasi triwulan 3. Yaitu dalam pasal 4, bahwa:

  1. Guru ASN di Daerah yang menerima Tunjangan Profesi harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:
  2. Memiliki sertifikat pendidik
  3. Memiliki status sebagai guru ASN di daerah di bawah binaan kementerian
  4. Mengajar pada satuan pendidikan yang tercatat pada Dapodik
  5. Memiliki nomor registrasi guru yang diterbitkan oleh kementerian
  6. Melaksanakan tugas mengajar dan atau membimbing peserta didik pada satuan pendidikan sesuai dengan peruntukan Sertifikat Pendidik yang dimiliki yang dibuktikan dengan surat keputusan mengajar.
  7. Memenuhi beban kerja sesuai dengan ketentuan peraturan perundang undangan
  8. Memiliki hasil penilaian kinerja paling rendah dengan sebulan “baik”
  9. Mengajar di kelas sesuai dengan jumlah peserta didik dalam satu rombongan belajar yang dipersyaratkan sesuai dengan bentuk satuan pendidikan, dan
  10. Tidak sebagai pegawai tetap di instansi lain.

Demikian aturan yang berlaku secara nasional mengenai syarat guru mendapatkan pencairan tunjangan triwulan 4, untuk syarat harus memiliki minimal 1 sertifikat PMM dimungkinkan hanya terjadi di beberapa daerah saja.

Namun, apabila hal tersebut diwajibkan di daerah Anda, Anda bisa segera menyelesaikannya sesuai dengan alur yang dijelaskan diatas.

Demikian informasi mengenai Kabar Baru, Syarat Pencairan Tunjangan Sertifikasi Guru Triwulan 4 Harus Memiliki 1 Sertifikat PMM, Ini Aturannya!, semoga bermanfaat. 

Sunday, July 16, 2023

Tips Jitu Lulus Pretes PPG Dalam Jabatan 2023




Ujian Seleksi Akademik atau Pretes PPG Daljab 2023 Pelaksanaan Ujian Seleksi Akademik PPG Dalam Jabatan 2023, akan segera dilaksanakan pada tanggal 22-23 Juli 2023, nanti. Tentunya, perlu persiapan bagi Anda, peserta ujian Seleksi Akademik PPG Dalam Jabatan 2023 agar bisa lebih siap dan mudah mengerjakan tes ujian tersebut, sehingga Anda dapat lolos ke tahap selanjutnya.


Anda akan akan diberikan waktu sekitar 150 menit untuk mengerjakan 120 soal ujian seleksi akademik tersebut. Tentu, waktu pengerjaan terlihat begitu singkat, terlebih ketika Anda harus mengerjakan 120 soal ujian dalam waktu 120 menit. Belum lagi, Anda akan menemukan soal-soal yang memiliki tingkat kesulitan sedang hingga sukar. Anda perlu mencari strategi untuk dapat mengerjakan soal tersebut tepat waktu dan tepat jawaban.


Tips Mengerjakan Ujian Seleksi Akademik PPG Daljab 2023

Tak usah khawatir, karena ada beberapa tips yang bisa Anda coba saat pengerjaan Pretest atau ujian PPG Dalam Jabatan 2023 nantinya. Berikut ini tips untuk Anda.


Memahami kisi-kisi ujian dan memetakan materi dari kisi-kisi ujian. Sebelum pelaksanaan ujian, ada baiknya Anda memahami isi dari kisi-kisi ujian dan memetakan materi dari kisi-kisi tersebut. Cara memetakan materi cukup mudah, Anda hanya perlu menganalisis materi mana yang mudah Anda kuasai dan materi mana yang agak sulit Anda kuasai. Selain itu, Anda juga perlu memperhatikan tipe soal dari kisi-kisi ujian tersebut. Jika diperhatikan dalam kisi-kisi ujian, terdapat kolom “level cognitive”, yang diberikan kode angka seperti 3, 4, 5, dan 6.  Ini berarti tipe soal dan tingkat kesukaran soal bertingkat dan bervariatif. Sehingga, Anda perlu kejelian dalam memetakan materi dari kisi-kisi ujian tersebut.  Agar saat ujian, Anda dapat memperhitungkan materi-materi yang sudah benar-benar Anda kuasai atau belum.


Manajemen waktu. Saat pengerjaan ujian atau pretest, Anda akan diberikan 120 soal ujian dengan waktu pengerjaan sekitar 150 menit. Ini berarti Anda harus dapat mengerjakan 1 soal dalam waktu 1,25 menit. Maka,  Anda perlu kecepatan dan ketepatan dalam menjawab soal tersebut.


Mengerjakan soal secara berurutan. Saat Anda mengerjakan soal, sebaiknya Anda mengerjakan secara berurutan. Hal ini bertujuan agar mempermudah Anda dalam mengerjakan soal, agar tidak ada yang terlewatkan satu soal pun. Anda juga jadi mudah mengecek kembali jawaban soal Anda.


Pastikan setiap soal terdapat jawaban dan tandai ragu-ragu. Ketika Anda mengerjakan soal, pastikan Anda tetap menjawab soal tersebut, walaupun Anda masih merasa ragu-ragu bahkan tidak mengetahui jawaban yang benar dari soal tersebut. Nah, Anda dapat menandainya dengan ragu-ragu, yang bertanda warna kuning, saat Anda memilih tombol “ragu-ragu”. Karena, bisa jadi ada peluang jawaban benar diantara soal-soal yang Anda isi tersebut.


Sisakan waktu 15 menit sebelum ujian berakhir. Usahakan Anda dapat menyisahkan waktu 15 menit sebelum ujian berakhir. Ini bertujuan agar Anda memiliki waktu untuk mengecek kembali jawaban soal Anda. Dan juga dapat mengisi jawaban soal yang belum terisi atau terlewatkan.


Semua soal harus terjawab dan terisi. Sekali lagi, ketika batas waktu pengerjaan sangat terbatas dan ujian akan berakhir. Pastikan sekali lagi, jika semua soal ujian sudah Anda isi tanpa terlewatkan satu pun. Meski Anda tidak tau, mana jawaban yang benar. Anda bisa mengakalinya atau dengan kata lain, memilih asal-asalan, karena dalam sistem ujian ini tidak ada pengurangan poin bagi jawaban yang salah. Sehingga, tak masalah jika Anda mengisi beberapa soal ujian yang dirasa sulit atau ragu-ragu dengan jawaban ala kadarnya. Bisa jadi, jawaban soal yang diisi asal-asalan, justru malah benar dan tepat.


Nah, itu dia 6 tips lulus dalam mengerjakan soal ujian seleksi akademik PPG Daljab 2023. Semoga sukses.

Tuesday, May 30, 2023

Seleksi Administrasi PPG Dalam Jabatan 2023 Segera Dibuka, Cek Syarat dan Jadwalnya

Foto : Sertifikasi Guru


Ada kabar baik bagi para guru dibawah naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud Ristek) yang belum melaksanakan sertifikasi. 


Pendaftaran Seleksi Administrasi Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan tahun 2023 dibuka mulai 30 Mei 2023. Calon peserta seleksi administrasi terbagi menjadi dua kategori sasaran dengan persyaratan yang berbeda. Yaitu sasaran kategori A untuk guru yang telah dinyatakan lulus seleksi administrasi pada tahun 2022 dan sasaran kategori B untuk guru yang belum mengikuti atau belum lulus seleksi administrasi.


Pengumuman pendaftaran Seleksi Administrasi PPG Dalam Jabatan tahun 2023dituangkan dalam surat Direktur Pendidikan Profesi Guru Kemendikbudristek, Temu Ismail nomor 0869/B2/GT.00.05/2023 tanggal 27 Mei 2023. Dalam surat yang ditujukan kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota di seluruh Indonesia itu disebutkan ada 352.668 guru yang masuk kategori A dan masuk sasaran kategori B sebanyak 564.387 orang.


Berikut adalah persyaratan, syarat administrasi, jadwal pelaksanaan, dan jumlah sasaran Seleksi Administrasi PPG Dalam Jabatan Tahun 2023.


Persyaratan Peserta Seleksi Administrasi PPG Dalam Jabatan Tahun 2023

1. Terdaftar pada data pokok pendidikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi;

2. Terdata sebagai sasaran peserta seleksi administrasi PPG Dalam Jabatan yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal GTK;

3. Memiliki Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK);

4. Masih aktif sebagai guru atau guru yang diberi tugas sebagai Kepala Sekolah;

5. Sehat jasmani dan rohani;

6. Berkelakuan baik;

7. Berusia setinggi-tingginya 58 tahun pada tanggal 31 Desember 2023



Kategori Calon Peserta Seleksi Administrasi PPG Dalam Jabatan Tahun 2023

1. Sasaran Kategori A yaitu guru yang telah dinyatakan lulus seleksi administrasi pada tahun 2022 sebanyak 352.668 orang;

Bagi guru sasaran Kategori A tidak perlu mengikuti seleksi admnistrasi tahun 2023. Guru sasaran Kategori A perlu melakukan penyesuaian bidang studi dikarenakan adanya perubahan nomenklatur Bidang Studi PPG Dalam Jabatan tahun 2023, mulai tanggal 10 sampai dengan 15 Juni 2023.


2. Sasaran Kategori B yaitu guru yang belum mengikuti atau belum lulus seleksi administrasi sebanyak 564.387 orang.


Bagi guru sasaran Kategori B wajib mengikuti seleksi administrasi mulai tanggal 30 Mei 2023. Persyaratan administrasi agar diunggah melalui laman https://ppg.kemdikbud.go.id menggunakan akun SIMPKB masing-masing.



Sumber : ppg.kemdikbud.go.id

Sunday, May 28, 2023

Harap Catat Ini Jadwal dan Persyaratan PPG Dalam Jabatan Tahun 2023

 





E-learning