Showing posts with label guru. Show all posts
Showing posts with label guru. Show all posts

Tuesday, March 26, 2024

Cara Mengisi Kolom Inspirasi Baru yang Didapatkan dari Tindak Lanjut Observasi Kelas

 



Pengisian dokumen refleksi ini merupakan tahap akhir dari Pelaksanaan Pengelolaan Kinerja guru di PMM. Setelah semuanya rampung, kinerja guru akan dinilai secara langsung oleh kepala sekolah.

Tujuan pengisian dokumen refleksi adalah untuk membantu guru memperbaiki kualitas diri dan pembelajaran di masa depan. Dengan begitu, peserta didik juga akan semakin berkembang sebagaimana cita-cita dari Kurikulum Merdeka.



Cara Mengisi Dokumen Refleksi Tindak Lanjut.

Dalam dokumen refleksi tindak lanjut, ada empat pertanyaan yang harus dijawab guru. Berikut daftar pertanyaan dan tips menjawabnya.

1. Apa Inspirasi Baru yang Anda Dapatkan dari Upaya Tindak Lanjut?

Pada kolom ini, uraikan inspirasi yang Anda temukan selama observasi kelas. Penjelasannya tak perlu panjang, yang penting tepat sasaran dan menunjukkan bahwa Anda mengalami peningkatan secara pengetahuan.

Inspirasi ini dapat berupa ide, gagasan, atau pemikiran baru yang bersumber dari diri sendiri. Anda juga bisa menjelaskan hasil inspirasi yang didapat setelah diskusi dengan rekan sejawat.


2. Apa Perubahan Praktik Anda di Ruang Kelas yang telah Anda Lakukan?

Untuk menjawab pertanyaan ini, Anda harus mengacu pada inspirasi yang telah diuraikan sebelumnya. Perubahan itu dapat berupa penyesuaian, penambahan, pengurangan, atau penggantian aspek-aspek praktik kinerja di kelas, seperti metode, strategi, media, materi, evaluasi, atau interaksi dengan siswa.

Pastikan perubahan yang Anda buat bersifat spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan, dan memiliki batas waktu. PMM memberi contoh kalimat perubahan seperti berikut:

"Saya mendapat umpan balik yang menyadarkan bahwa murid khawatir masuk kelompok yang tidak efektif."


3. Apa 3 Tantangan Paling Sulit yang akan Anda Hadapi dalam Melakukan Perubahan Tersebut?

Cara Mengisi Dokumen Refleksi Tindak Lanjut. 

Untuk menjawab pertanyaan ini, dibutuhkan kemampuan berpikir jauh ke depan terkait rancangan perubahan yang ingin Anda buat. Pastikan Anda menjabarkan secara rinci tantangan yang sekiranya benar-benar sulit.

Tantangan tersebut dapat berupa hambatan atau kendala yang timbul dari diri sendiri, siswa, lingkungan, atau faktor lainnya. Contoh tantangan pada kolom PMM yang bisa Anda jadikan inspirasi adalah:

"Saya sulit mengajak guru lain praktik simulasi setelah jam mengajar."


4. Bagaimana Rencana Anda dalam Mengatasi Tantangan Tersebut agar Bisa Memastikan Perubahan Terjadi?

Rencana yang dimaksud di sini dapat berupa langkah-langkah konkret, sumber daya yang dibutuhkan, dukungan yang diperlukan, atau indikator keberhasilan yang diharapkan.

Rencana harus disusun dengan logis, realistis, dan sistematis, agar guru dapat melaksanakan perubahan dengan efektif dan efisien. Contoh rencana yang tertera di PMM adalah:

"Minta bantuan atasan untuk mengumumkan di rapat."


Friday, February 23, 2024

Sosialisasi Uji Kompetensi 2024 (UKKJ, UKPJL dan PLDJF)

 

Wednesday, February 21, 2024

Surat Pemberitahuan Uji Komptensi 2024 (UKKJ,UKPJL dan Ujikom PLDJF)




Friday, February 9, 2024

3 Kategori Guru yang Diprioritaskan Mengikuti PPG Daljab Tahun 2024



Indsmedia.com - Perihal PPG dalam jabatan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) baru-baru ini mengeluarkan regulasi baru untuk Program Pendidikan Guru dalam Jabatan (PPG Daljab) tahun 2024. Regulasi baru dalam PPG Daljab 2024 ini mengatur persyaratan dan tata cara bagi para guru yang ingin meningkatkan kualifikasi profesional mereka.

Meski demikian, regulasi PPG Daljab 2024 tetap mengacu sesuai amanat Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen pasal 8 yang menyebutkan bahwa Guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani

Program PPG Daljab 2024 yang diatur denga regulasi baru merupakan salah satu kebijakan Kemendikbudristek untuk menyelesaikan dan menuntaskan sertifikasi guru dalam jabatan.

Diperkirakan pendaftaran PPG Daljab 2024 dengan regulasi baru yang diberlakukan akan dibuka mulai tanggal 30 Mei hingga 11 Juni 2024.

Bersamaan dengan Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 40 Tahun 2023, regulasi baru PPG Daljab 2024 diatur dalam tiga kategori utama.

Tiga kategori utama peserta PPG Daljab 2024 akan meliputi guru penggerak, Eks PLPG, dan mereka yang belum lulus ujian kompetensi.

Berikut tiga kategori utama peserta PPG Daljab 2024.

  • Guru Penggerak yaitu mereka yang telah memperoleh sertifikat guru penggerak.
  • Guru Eks PLPG, yang merupakan kategori yang jumlahnya terbatas dan sudah dilaksanakan sejak tahun 2022.
  • Guru yang telah mengikuti PPG, tetapi belum lulus ujian nasional atau ujian kompetensi di akhir program PPG

Sedangkan persyaratan bagi para guru yang ingin mendaftar harus memenuhi beberapa syarat, termasuk pengalaman mengajar, kualifikasi akademik, usia, kesehatan, serta berkelakuan baik.

Seleksi akan dilakukan secara administratif dan akademik, dengan tahap-tahap penilaian yang terdiri dari verifikasi dokumen dan ujian tulis.

Program PPG Daljab berlangsung selama satu tahun, yang terdiri dari pengajaran daring dan luring.

Lulusan program ini akan mendapatkan sertifikat pendidik yang digunakan untuk mendapatkan Tunjangan Profesi Guru (TPG).

Melalui regulasi baru ini diharapkan pelaksanaan PPG Daljab 2024 dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di Indonesia melalui peningkatan kualifikasi dan profesionalisme para guru.


Halaman: 1, 2


Wednesday, February 7, 2024

KKG Mekarsari Gelar Berbagi Praktik Baik Kiat Sukses Menjadi Guru Penggerak dan Cara Asik Observasi Kelas

 


PANDEGLANG (INDSMEDIA.COM) – Kelompok Kerja Guru (KKG) Mekarsari, Gugus 4 Kecamatan Panimbang, menggelar berbagi Praktik Baik “Kiat Sukses Menjadi Guru Penggerak dan Cara Asik Observasi Kelas ”.

Kegiatan yang berlangsung Rabu (7/2/2024) di SDN Mekarsari 5 itu dihadiri Ibu Korwil Panimbang (Disdikpora) Kabupaten Pandeglang Ibu Eneng Wasitoh, S.Pd, Ketua Gugus Mekarsari Ibu Mamih, S.Pd., serta Jajaran Kepala Sekolah Gugus Mekarsari.

Korwil Panimbang Eneng Wasitoh, S.Pd. memberikan apresiasi yang tinggi atas upaya KKG Mekarsari dalam meningkatkan kinerja guru dan mutu pembelajaran. Dia menyampaikan, KKG adalah wadah para pemikir dan ahli untuk mencurahkan pendapat dan menjadi sirkulasi ilmu pengetahuan, pada ajang ini ibu Korwil menghimbau agar semua guru harus dinamis sesuai perkembangan teknologi informasi yang dimana pendidikan sudah berbasis digital, sehingga penguasaan akan TI harus menjadi terdepan.


Ketua Gugus Sekolah Mekarsari, Mamih, S.Pd, memberikan dukungan dan apresiasi kepada Ketua KKG Mekarsari, Ibu Eliyani, S.Pd. sebagai ketua KKG yang telah melaksanakan kegiatan ini dengan suskes dan juga kepada para guru. Dia menyatakan pentingnya penerapan praktik pembelajaran yang inovatif dalam mendorong kemajuan dan prestasi siswa secara merata. Dalam pembelajaran di kelasnya, guru bisa membuat peserta didik menjadi bahagia.

Kurikulum Merdeka melalui kegiatan Program Guru Penggerak sebagai edisi ke-5 dari Merdeka Belajar diharapkan mampu mendongkrak pembelajaran yang holistic agar mencapai nilai Profil Pelajar Pancasila, menjadi wewenang guru untuk diperdalam supaya implementasi kurikulum merdeka dapat tercapai.

Kegiatan Praktik Baik Guru Pemandu ini dipandu oleh Sigit Mugiharjo, S.Pd. Ia menyebut pentingnya meningkatkan wawasan dan pengetahuan melalui Program Guru Penggerak, perlu kiat-kiat sukses agar kita lulus dalam seleksi CGP, serta menilai dan merefleksi kinerja guru melalui observasi kelas yang dilakukan olah rekan sejawat atau oleh kepala sekolah.


Berbagi Praktik Baik yang pertama disampaikan oleh Narasumber Endi Sutrisna, S.Sos.,S.Pd.,Gr. selaku Guru Penggerak Angkatan 6 dan Pengajar Praktik Angkatan 10 Kab. Pandeglang,  materi yang disampaikan adalah kiat sukses menjadi Guru Penggerak melalui 2 tahapan seleksi, yang pertama adalah pengisian CV dan Essay sedangkan seleksi kedua, simulasi mengajar dan wawancara, dalam tahapan ini perlunya strategi dan tips untuk berhasil, salah satunya melalui penguasaan tahapan dan metode pembelajaran dalam waktu yang singkat. Selain strategi dan kiat sukses beliau juga mengemukakan manfaat yang didapatkan dari proses pendidikan guru penggerak, mulai dari menjadi pemimpin pembelajaran sampai dengan penguasaan manajemen sekolah dan komunitas yang tentunya akan berdampak pada ekosistem pendidikan.


Praktik Baik yang kedua disampaikan oleh ibu Suryati, S.Pd. selaku CGP Angkatan 9, beliau mengumumkan tahapan yang perlu dilalui sebelum melakukan observasi kelas, mulai dari percakapan pra-observasi, observasi dan pasca observasi serta penggalian tindak lanjut dan pengembangan diri, Kegiatan observasi ini sangat penting dalam mengukur kemampuan kecakapan guru dalam pembelajaran yang tentunya  fokus utama bertujuan untuk menciptakan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi setiap siswa,” katanya.


Berbagi Praktik Baik dilanjutkan oleh Narasumber Andes Gunawan, S.Pd, (CGP Angkatan 9 Kabupaten Pandeglang) dalam paparannya "Proses kinerja guru tidak terlepas dari pengelolaan kinerja, mulai dari penyusunan modul ajar, pengkondisian kelas sampai dengan refleksi, dan tentunya guru harus mengetahui apa tugas dan fungsinya yang dituangkan dalam pengelolaan kinerja yang saat ini Berbasis Platform Merdeka Mengajar (PMM), pengelolan kinerja perlu pemahaman sesuai juknis agar RHK yang kita ambil dapat terpenuhi tepat waktu, sehingga tentunya profesionalisme guru dapat tercapai, pada pelaksanaan Praktik Baik ini adalah salah satu proses dalam rangka menciptakan lingkungan pembelajaran yang inklusif dan berdaya guna." imbuhnya. 

Kegiatan ini diharapkan dapat memberi dampak positif yang signifikan bagi perkembangan pendidikan di wilayah Panimbang khususnya, dan wilayah-wilayah lain di Pandeglang pada umumnya.  (SW)

Tuesday, February 6, 2024

HATI SEBUAH BUKU, PENGEMBANGAN KEMAMPUAN LITERASI SISWA MELALUI RESUME BUKU


HATI SEBUAH BUKU” PENGEMBANGAN KEMAMPUAN LITERASI SISWA

MELALUI RESUME BUKU

 

Endi Sutrisna, S.Sos.,S.Pd.,Gr.

SDN Citeureup 3 Kabupaten Pandeglang 

Provinsi Banten          

 A. LATAR BELAKANG

Lembaga sekolah merupakan lingkungan ideal untuk melakukan pembelajaran, karena pendidikan adalah hal yang penting bagi setiap individu maupun bangsa karena pendidikan salah satu indikator kemajuan suatu bangsa. Sebuah negara yang memiliki pendidikan yang berkualitas akan memiliki sumber daya manusia yang handal dan mampu bersaing di era global saat ini. Dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas, diperlukan upaya yang komprehensif dan terintegrasi, salah satunya dengan menerapkan budaya literasi.

Literasi merupakan kemampuan yang harus dimiliki oleh setiap individu, terdapat enam jenis literasi yang harus dikuasai oleh anak, yaitu literasi membaca dan menulis, literasi numerasi, literasi sains, literasi finansial, literasi digital, serta literasi budaya dan kewargaan. Setiap jenis literasi ini memiliki peran penting dalam kehidupan dan perkembangan seseorang.

Penerapan literasi menjadi hal yang penting, karena literasi dasar merupakan kemampuan yang harus dimiliki sebelum mempelajari materi yang lebih luas lagi. Melalui penguasaan literasi, siswa akan mampu memahami materi yang diajarkan dengan lebih mudah dan mampu mengaplikasikan dalam aktifitas kehidupannya.

Perkembangan dunia tekonologi informasi dan komunikasi diera globalisasi ini begitu pesat, bagaikan pisau bermata dua yang memiliki dampak positif dan negatif. Bila kita tinjau dari dampak negatif yang ditimbukan, perkembangan yang membawa sejuta perubahan juga membuat khawatir kita sebagai bangsa Indonesia. Kekhawatiran itu antara lain adalah pengaruh globalisasi terhadap minat baca di Indonesia. 

Hal yang paling mendasar saat ini adalah kurangnya minat dan perhatian peserta didik terhadap budaya membaca. Realita yang terjadi hal ini tidak bisa di mungkiri di sekolah adalah ketika jam istirahat, perpustakaan sekolah lebih sepi dibandingkan halaman sekolah, pengunjung perpustakaan bisa dihitung dengan jari, buku bacaan hanya menarik yang ada gambarnya saja. 

Selain itu, berdasarkan sebuah studi Most Littered Nation In The World yang dilakukan oleh Central Connecticut State University pada tahun 2016, Indonesia berada diperingkat ke 60 dari 61 negara dalam hal minat membaca. Gambaran data tersebut merupakan hal yang menyedihkan dan bisa menjadi cermin terhadap minat membaca di Indonesia yang amat rendah

Generasi saat ini memiliki alasan mengapa buku bukan menjadi satu-satunya bahan bacaan. Remaja berasumsi bahwa ilmu pengetahuan bisa didapat dan diakses dengan mudah lewat gawai mereka. Asumsi tersebut tidak sepenuhnya bisa disalahkan. memang, zaman digital ini membuat aktivitas yang kita lakukan tidak bisa terlepas dari gawai. Namun, disayangkan jika sebagian dari pengguna gawai di Indonesia belum mampu memanfaatkannya secara bijak sehingga banyak orang yang sibuk dengan media sosialnya dan terbuai dengan berbagai macam aktivitas di dunia maya sehingga merenggut mereka dari waktu terbaik yang seharusnya mampu dioptimalkan untuk membaca.

Hal utama dalam literasi dalam dunia pendidikan adalah literasi membaca dan menulis. Kemampuan membaca dan menulis adalah kemampuan yang harus dimiliki oleh setiap anak. Keterampilan ini membantu kita untuk memahami, mengolah, dan menyampaikan informasi dengan tepat. Dalam proses pendidikan, kemampuan membaca dan menulis menjadi hal yang penting dalam proses pembelajaran, siswa yang memiliki kemampuan membaca dan menulis yang baik akan mampu memahami materi yang diajarkan dengan lebih mudah dan mampu mengungkapkan pemikirannya secara efektif dan berdaya guna untuk memahami jenjang pembelajaran berikutnya. Maka dalam rangka pengembangan kemampuan literasi siswa di sekolah saya, maka digagaslah program lietrasi dengan anama “ Hati Sebuah Buku ” (Pengembangan Kemampuan Literasi Siswa Melalui Resume Buku).

 

B. PERMASALAHAN

Berdasarkan hasil Rapor Pendidikan Tahun 2022, sekolah kami masih rendah pada bagian literasi dan numerasi. Rapor tersebut kami tindak lanjut dengan menganalisis indikator-indikator dan mencari akar permasalahannya hingga akhirnya berujung pada rendahnya minat baca atau dalam artian kemampuan literasi dan numerasi siswa di sekolah kami, sekolah kami belum oftimal dalam memberikan perhatian terhadap literasi, literasi masih belum optimal dan efektif. banyaknya guru yang belum mau beradaptasi dan memprioritaskan literasi sebagai bagian dari program pembelajaran mereka. Hal ini menyebabkan rendahnya hasil Rapor Pendidikan sekolah kami pada bagian literasi dan numerasi.

Literasi merupakan hal yang sangat penting dalam pengantar suatu pembelajaran melalui literasi maka siswa dapat menerima pelajaran yang menjadi tujuan  dari kurikulum merdeka itu sendiri, maka hal ini menjadi motivasi kami untuk mengatasi permasalahan tersebut, maka saya selaku guru di SDN Citeureup 3 beserta rekan sejawat dan kepala sekolah membuat satu kebijakan yang disepakati bersama warga SDN Citeureup 3 yaitu untuk mengembangkan budaya literasi dan numerasi melalui Program “The Heart Of A Book” (Pengembangan Kemampuan Literasi Siswa Melalui Resume Buku).

 

C. PEMBAHASAN

KURIKULUM MERDEKA ALTERNATIF MEMENUHI KEBUTUHAN PENDIDKAN

Hasil Programme for International Student Assessment (PISA) menunjukkan bahwa 70% siswa berusia 15 tahun berada di bawah kompetensi minimum dalam memahami bacaan sederhana atau menerapkan konsep matematika dasar. Skor PISA ini tidak mengalami peningkatan yang signifikan dalam sepuluh hingga lima belas tahun terakhir. Studi tersebut memperlihatkan adanya kesenjangan besar antarwilayah dan antarkelompok sosial-ekonomi dalam hal kualitas belajar. Hal ini diperparah dengan adanya pandemi COVID-19. Selanjutnya Klik


                                          

E-learning